02 Januari 2009

Ragam Kecepatan Membaca

Kenapa kita harus membaca? Tentunya banyak alasan yang menunjukkan kita harus membaca. Paling tidak aktivitas membaca suatu kebutuhan untuk mengetahui segala macam hal. Karena begitu pentingnya "membaca", maka tidak salah perintah pertama Allah kepada kita adalah perintah untuk membaca (Iqra).

Tertulis dalam tinta sejarah, bahwa seorang Imam al-Syafi`i membaca suatu bacaan sebanyak 70 kali, untuk meningkatkan pemahaman beliau. Imam Muzani, yang merupakan murid Imam al-Syafi`i membaca kitab Risalah gurunya sebanyak 500 kali. Imam al-Naisaburi membaca kitab Sahih Muslim sebanyak 100 kali, dan seorang Ibn Sina membaca tulisan al-Farabi sebanyak 40 kali.


Bagaimana dengan kita? Dengan semakin berkembangnya jenis bacaan, tentunya kita juga dituntut untuk bias menggunakan kemampuan kita untuk membaca lebih efisien dan efektif. Lebih cepat dan paham, tentunya akan lebih baik disbanding membaca lambat tetapi tidak paham sama sekali.

Pada dasarnya, ada empat macam cara membaca: (disadur dari Colin Rose, dkk., Super Accelerated Learning)

1. Reguler. Yaitu, cara membaca yang relatif lambat, dengan membaca baris demi baris seperti yang biasa kita lakukan dalam membaca bacaan ringan.
2. Skimming (melihat dengan cepat). Dilakukan dengan sedikit lebih cepat. Inilah yang kita lakukan ketika kita sedang mencari sesuatu yang khusus dalam sebuah teks –cara kita membaca buku telepon atau kamus, misalnya.
3. Scanning (melihat sekilas). Digunakan untuk melihat isi buku atau untuk melihat sekilas, seperti cara kita membaca Koran
4. Warp Speed (kecepatan tinggi). Adalah teknik membaca suatu bahan bacaan dengan kecepatan sangat tinggi dan dengan pemahaman yang tinggi.
Untuk membaca dengan kecepatan tinggi (warp speed), anda harus mampu melakukan tiga hal: (1) menggunakan visi peripheral anda, (2) gerakkan mata anda dengan cepat menuju bagian bawah halaman buku, (3) balikkan halaman dengan cepat. Tambahkan keterampilan-keterampilan ini dalam kemampuan anda untuk memusatkan perhatian anda dan jadilan pembaca yang aktif, anda akan segera mendapati kecepatan membaca dan pemahaman anda meningkat secara dramatis.
Steve Synder, instruktur membaca cepat, mengajarkan untuk mengembangkan penglihatan periferal dengan latihan "tri-fokus". Latihan ini juga menghilangkan kebiasaan memfokuskan pada satu kata secara terpisah dan memperbaiki kebiasaan untuk membaca satu demi satu kata secara terpisah.
Mari kita coba belajar membaca cepat.
Bagilah masing-masing baris menjadi tiga bagian. Ketika membaca, pusatkan mata pada sepertiga bagian sebelah kiri, lalu sepertiga bagian tengah, dan kemudian sepertiga bagian terakhir, dengan melihat setiap kelompok kata dengan penglihatan periferal anda daripada melihat masing-masing kata. Contohnya:
Di langit siang terdapat awan biru yang sangat indah yang dapat disaksikan setiap orang. Kalimat di atas dibagi menjadi tiga bagian, sehingga terbagi menjadi tiga kelompok: Di langit siang / terdapat awan biru yang sangat indah / yang dapat disaksikan setiap orang.
Bagaimana? Selamat mencoba !

Tidak ada komentar: