01 Februari 2009

BERI AKU CAHAYA


اللَّهُمَّ اجْعَلْ فِى قَلْبِى نُوْرًَا وَ فِى بَصَرِى نُوْرًا وَفِى سَمْعِى نُوْرًا وَعَنْ يَمِيْنِى نُوْرًا وَعَنْ يَسَارِى نُوْرًا وَفَوْقِى نُوْرًا وَتَحْتِى نُوْرًا وَأَمَامِى نُوْرًا وَخَلْفِى نُوْرًا واجْعَلْ لِى نُوْرًا (رواه البخارى)

Ya Allah, berilah aku cahaya di dalam hatiku dan cahaya pada penglihatanku dan cahaya pada pendengaranku dan cahaya pada tangan kananku dan cahaya pada tangan kiriku dan cahaya di atasku dan cahaya di bawah ku dan cahaya di depanku dan cahaya di belakangku dan tumbuhkanlah cahaya di dalam tubuhku (HR. al-Bukhari).

Subhanallah, demikianlah doa Nabi kepada Allah SWT yang diriwayatkan al-Bukhari dari Ibn Abbas RA. Apa makna dari doa tersebut? Alangkah indahnya hidup ini jika seluruh relung tubuh kita diberikan cahaya oleh Allah. Cahaya Ilahi. Ya, cahaya Ilahi itulah yang kita harapkan, kita impikan. Bayangkan jika hati kita penuh dengan cahaya Ilahi, akan muncul pemikiran-pemikiran yang baik dari hati ini.

Bayangkan jika pandangan dan pendengaran kita bercahaya, bayangkan jika dari setiap sisi kita bercahaya. Inilah yang menjadi cita-cita para sufi. Tidak lain dengan cahaya yang diberikan Allah, kita berharap bisa bertemu Allah. Siapa saja yang senang akan bertemu Allah, maka Allah pun senang bertemu dengannya, dan siapa saja benci untuk bertemu Allah, maka Allah pun benci bertemu denganya. Saudara, mari kita amalkan doa Nabi ini, semoga Allah cahayai kita dengan penuh cahaya.

Mari kita renungkan doa seorang sufi masyhur Suhrawardi Halabi tentang cahaya:

Ya Tuhanku, Cahayanya Cahaya

”Ya Tuhan, Cahayanya cahaya dan penguasa seluruh jagat, Kaulah yang mula-mula, tak ada apapun sebelum Engkau; Kaulah yang penghabisan, takkan ada apapun setelah Engkau. Para malaikat tidak mampu memahami keagunganMu dan umat manusia takkan sanggup menggapai pengetahuan tentang kesempurnaan hakikatMu.

Ya Tuhan, bebaskan kami dari segala yang membelenggu, dan lepaskan kami dari segala kejahatan yang mengusik kami.

Berikan para roh kami pengaruh keindahanMu dan sinari jiwa kami dengan benderangnya cahayaMu. Pikiran hanyalah setetes air di samudera kemaharajaanMu dan jiwa hanyalah sepercik keagungan IlahiMu.

Segala puji bagi Engkau yang tak satupun mata bisa melihat, yang kemiripannya tak terbayangkan oleh pikirn; bagi Engkau segala puji dan syukur. Kau memberi dan Kau mengambil: Kaulah Sang Maha Pemberi rahmat dan Maha Kekal. Segala puji senantiasa bagiMu, bagi Engkau segala kuasa atas segala-galanya dan padaMu kami akan kembali. (Suhrawardi Halabi)

Tidak ada komentar: